[REVIEW] My Name Is Luca – Ginger Elyse Shelley

0

22731910

Judul: My Name Is Luca

Pengarang: Ginger Elyse Shelley

Bahasa: Bahasa Indonesia

Penerbit: Laksana

Diterbitkan pertama kali: 2013

ISBN: 978-602-7933-34-7

Sinopsis:

“Sttt… kau harus tahu, orang ini tidak menggunakan alat apa pun untuk memutilasi korbannya.”
***
Oliver Wood hanyalah anak biasa-biasa saja yang tinggal di sebuah kota kecil. Ia memiliki seorang teman yang imut dan polos, juga menyukai es krim vanilla-lavender. Luca namanya. Dan, bersamaan dengan kedatangan Luca—rumahnya tidak pernah diketahui Oliver—kota kecil itu menjadi saksi serangkaian pembunuhan sadis.
Mula-mula, ada mayat yang ditemukan di dekat taman. Tubuhnya dimutilasi. Lalu, mayat-mayat lain yang tak kalah mengenaskan dan akan membuat siapa pun termasuk kau pasti muntah saat melihatnya.
Leopold Dell, detektif yang belum pernah menangani kasus sungguhan dan Damita King, jurnalis cerewet yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan informasi, berkolaborasi untuk mendapatkan jejak sang pembunuh.
Dan, kau sungguh tidak akan menduga siapa dia….
***
Mayat, tubuh terpotong-potong, darah, jeritan…. Apa pun yang kau pikir mengerikan, akan kau dapatkan di sini, sampai di lembar terakhir. Kau tidak akan berhenti sampai kasus ini selesai…! Baca lebih lanjut

Iklan

[REVIEW] Comedy Apparition – Ginger Elyse Shelley

0

26310833

Judul: Comedy Apparition

Pengarang: Ginger Elyse Shelley

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Laksana

Diterbitkan pertama kali: 2015

Jumlah halaman: 244hlm

ISBN: 978-602-7933-87-3

Sinopsis:

“Kami penyihir.

Stephen Haegel terkesima saat teman sekolahnya yang tampan, Cameron Seer, mengatakan kalimat itu dengan tenang dan biasa. Tapi, mengingat semua keganjilan yang terjadi di sekolah dan peristiwa aneh di sekeliling Cameron, sepertinya Stephen harus percaya. Apalagi, saat Stephen diundang ke pesta Halloween di mana sosok wanita tua dengan hidung panjang dan bengkok, kucing-kucing hitam, kuali besar, dan segala hal yang hanya Stephen saksikan di film-film menjelma nyata di sana.

Tentu saja, hari demi hari yang dilalui Stephen pun makin aneh saja. Dia yang sebelumnya adalah sosok laki-laki “normal” (menyukai lawan jenis), tiba-tiba mulai menyukai Cameron dan jatuh hati kepadanya. Ya, tanpa Stephen sadari, kini ia menjadi seorang gay! Benarkah hal itu karena Stephen berada dalam pengaruh sihir Cameron?

Dengan unik dan kreatif, penulis novel Au-dessus de la tour Eiffel ini mengajak kita berimajinasi tentang cinta, persahabatan, dan ikatan keluarga di tengah-tengah kekuatan sihir yang demikian ajaib. Baca lebih lanjut