[REVIEW] Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie

  1. 30009042

Judul: Jakarta Sebelum Pagi

Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Grasindo

Diterbitkan pertama kali: 2016

Jumlah halaman: 271hlm

ISBN: 978-602-375-484-7

Sinopsis:

“Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi …. Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”

Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya.

Ketika—tanpa rasa takut—Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan tua Kota Jakarta.

Jadi…

SENANGNYA BISA BALIK MEREVIEW LAGI. (( enggak penting ))

Oke, halo!!!

Setelah sekian lama hiatus mereview dan hiatus beli buku, akhirnya aku kembali lagi dengan buku dari Kanjeng Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie. ( ●ω●)

Udah lama banget kepingin beli buku ini, tapi sayangnya, pas pertama kali terbit aku lagi disibukkan dengan UN. (( kok curhat )) (( maafkeun )) Tapi akhirnya, kesampaian juga beli buku ini walaupun ngaret sebulan. ( ●ω●)

Enggak mau nyerocos banyak-banyak, jadi ayo bahas buku ini.

Jakarta Sebelum Pagi mengisahkan tentang seorang mbak-mbak cakep yang hobi gonta-ganti warna rambut bernama Emina mina e e e e, yang akhir-akhir ini sedang ‘diteror’ dengan tiga jenis bunga (mawar, hyacinth biru, dan melati) yang dibawa dengan balon perak dan disertai surat. Karena tingkat penasaran yang tinggi, dengan membabi buta dia memutuskan untuk mencari siapa stalker yang menerornya ini, though her bestfriend had warned her about it. Dan hasilnya, dia justru dipertemukan lewat cara yang tidak biasa dengan seorang anak kecil serem bernama Suki dan mas-mas ganteng yang kalem banget tapi stalker bernama Abel. Dan dari situlah kisah cinta mereka–by this I mean Emina dan Abel–dimulai. Bertiga, mereka  mencoba memecahkan ‘misteri’ setumpuk surat dan melakukan petualangan kecil di kota Jakarta, dan mendapat hasil yang amat tidak terduga.

THIS BOOK IS MY FAVORITE BOOK OF 2016 SO FAR.

Dengan alur yang super menarik, buku ini sukses membuatku kejang-kejang di pojokan or simply, baper. IYA BUKU INI BIKIN BAPER BANGET. Buku ini merupakan novel bergere romancebut not the typical romance with predictable plot and well-used conflicts.

Sejujurnya, cerita ini simpel, tapi cara penyampaiannya itu yang keren banget. Dan, beda. That’s why I’m so in love with this book and the author. ( ●ω●)

Karakter yang ada di sini juga semuanya menarik, meskipun penggambaran mereka enggak begitu detail, tapi tetap membuat aku sebagai pembaca takjub. Serius, karakternya unik-unik semua. Ada mbak-mbak yang doyan ngomongin babi, stalker kece, anak kecil galak, jilbabers yang suka teriak-teriak, dan tidak lupa, empat orang jompo berjiwa muda.

Dari sini, aku dapat banyak pengetahuan baru mengenai babi (buku ini BANYAK ngomongin babi, mungkin genre seharusnya pig-romance) dan kastanya, cara minum teh yang baik dan benar, dan tempat-tempat di Jakarta yang dulunya indah–dan sepertinya beberapa dari itu sampai sekarang, juga masih indah–dan menjadi saksi bisu atas kisah (cinta) seseorang.

Walaupun kak Ziggy menyampaikan bahwa dia hampir menolak (I’m glad she didn’t do it) untuk menulis ini soalnya dia sedang enggak mood dalam menulis cinta-cintaan, hasilnya tetap bagus dan menakjubkan. Terimakasih banyak atas kerja keras dibalik penulisan buku indah ini, kak. ( ●ω●)

Kelebihan dari buku ini, adalah; gaya penulisannya yang santai tapi tegas dan pas, karakter yang menarik, latar yang tidak biasa, dan konflik yang tidak umum. Jadi, buku ini sangat direkomendasikan untuk kalian yang ingin baca cerita cinta-cintaan yang beda dari yang lain dan tidak seperti biasanya. ( ●ω●) Dan satu lagi, buku ini banyak jokes recehnya, at least for me, soalnya aku receh banget jadi sering banget ngakak pas bacanya.

Daaaan, untuk kekurangan. Banyak typo, enggak banyak banget, sih, tapi yah cukup mengganggu juga. Dan covernya yang mirip I’ll Give You The Sun-nya Jandy Nelson. Huhuhuhu, aku harap untuk cetakan-cetakan berikutnya typo-typo itu dibetulin dan covernya direvisi.

Well, bagian penutupan. Cerita ini benar-benar kurekomendasikan, jadi jangan lupa baca, ya!

Lima tengkorak untuk Jakarta Sebelum Pagi dan Suki yang emesh-emesh itu. ( ●ω●)

skl1


Kutipan-kutipan

– “Meskipun ada mayat di dalam lubang kubur, tetap sulit menentukan siapa yang baru saja mati” – Nin.

– “Hari ini, di pemakaman, ada orang yang dikubur, dan ada orang yang mengubur. Namun sepertinya, kematian mengambil keduanya–satu orang mati dan satu orang hidup. Bukan sepenuhnya salah kematian, kurasa. Kematian hanya mengambil satu dari mereka. Masalahnya, yang ditinggal masih berusaha mengejarnya, berharap kematian mau mengembalikan apa yang ia ambil”   – Emina.

– “Jakarta is a weird place, and it gets creepier by the day” – Nissa.

– “There’s no space for stupid in Jakarta” – Nissa.

– Kabarnya, orang-orang, kalau sudah dewasa, biasanya mau coba hidup mandiri. Setelah itu, mereka sadar kalau hidup mandiri itu membosankan, menyebalkan, dan merepotkan” – Emina.

– Bukannya menemukan orang yang bersedia menghabiskan waktu untuk mendengarkan kamu itu lebih penting daripada memaksakan diri untuk dilihat orang yang bahkan nggak peduli?” – Suki.

– “Well, mungkin kesedihan nggak usah dijadikan alasan untuk membuat orang nggak nyaman. Kita semua pernah sedih, dan kita boleh merasa sedih; just don’t bum each other out too much over it” – Emina.

– Lagian, rasanya bego kalau terus-terusan sedih, padahal ada banyak yang harus dilakukan dan ada banyak makanan enak” – Emina.

– “Dan setelah ini, aku akan tidur lagi. Nggak ada lagi yang lebih asyik daripada tidur setelah mandi pagi” – Emina.

– “You’re damaged too. But that’s what makes you special. Some things are better damaged” – Nissa.

– “Karena kamu bukan keluarga saya! Kalau saya berbuat bodoh sekali saja, saya bisa dengan mudah kehilangan kamu; dan saya nggak mau kehilangan kamu!” – Abel.

“Dan selayaknya pacar tak jadi, gue bakal stepback kalau lo udah menemukan yang lebih baik” – Nissa.

-nafadyas-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s